Dirimu Terlalu Berharga

Sore hari sebelum bulan Ramadhan datang waktu terbaik untuk muhasabah diri. Terkadang diri ini harus melihat realita, men-tadaburi alam juga mahlukNya. Hari itu saya berkesempatan mengunjungi sebuah Panti Rehabilitasi Jiwa. Jarak nya cukup jauh dan terpelosok. Sesampainya disana, saya perlu menunggu beberapa jam untuk dapat melihat pasien yang berada di dalam panti.
Setelah menunggu beberapa jam. Akhirnya saya bisa berkeliling, awalnya memang saya merasa takut karena seperti yang kita lihat dan mindset kita saat melihat orang "gila" kita menjauh. Satu kamar berisi 5-8 pasien. Pasien yang parah dipisahkan di lantai bawah sedangkan pasien ringan ditangani di lantai atas. Saat itu kulihat pasien yang sudah sembuh sedang memasak untuk makan sore. Kutemui salah satu pasien dan bertanya kepada perawatnya tentang apa saja yang ingin ku tau tentang kehidupan mereka. 
Kulihat kebanyakan pasien masih berusia muda dan kebanyakan pasien berjenis kelamin perempuan. Saya pernah membaca suatu artikel bahwa di tempat seperti ini lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena Laki-laki lebih sulit mengungkapkan perasaan nya ketimbang perempuan. Walaupun begitu saya akan bahas perihal pasien perempuan saja karena saat itu saya hanya mengunjungi pasien perempuan.
Ku lihat ada pasien yang berparas cantik, seorang pramugari tetapi hidupnya berada disini, ternyata kecantikan bukan standar kebahagiaan
Ku dengar dari perawat ada seorang pasien yang memiliki suami /pasangan/pacar yang ganteng dan berkecukupan tetapi ternyata pasangan mereka tidak setia, ternyata mempunyai pasangan yang memiliki rupa menawan tidak menjaminkan kebahagian
Ku dengar juga ada pasien yang memiliki kekayaan yang melimpah tetapi, di beri cobaan oleh Allah dia jatuh miskin sehingga ia tak kuat, ternyata kekayaan juga tidak menjamin kebahagiaan
Dan banyak hal-hal lainnya yang mungkin belum terungkapkan karena waktu kunjungan terbatas.
Hikmah yang bisa kupetik disini, Kita selalu merasa diri kita tidak berharga karena berbeda dengan orang lain, melihat diri kita terlalu rendah, minder, tidak percaya diri,
Kita terlalu bergantung terhadap orang lain terhadap kekayaan terhadap pasangan padahal tempat kita bergantung ya hanya Allah.
Ini dalam observasi saya ya, kebanyakan pasien disini itu pernah pakai azimat gitu tuh seperti mantra-mantra Memang benar  jangan menggantungkan semuanya kepada selain kepada Allah karena akan menyebabkan banyak kerugian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Si Penjelajah

Rumah Horror